IJN | Israel meluncurkan sejumlah serangan rudal ke ibu kota Teheran, Iran, pada Sabtu 28 Februari 2026. Laporan media Iran menyebut beberapa rudal menghancurkan jalan di daerah Jomhouri di Teheran.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengakui telah melancarkan serangan pendahuluan terhadap Iran.
“Israel telah melancarkan serangan pendahuluan terhadap Iran, untuk menghilangkan ancaman terhadap Israel,” kata Katz, dikutip Times of Israel
Usai menyerang Iran, Israel langsung menetapkan status darurat karena memperkirakan Iran akan melancarkan serangan balasan dengan menggunakan pesawat nirawak (drone) dan rudal balistik dalam waktu dekat.
Katz mengatakan keputusan itu diambil untuk melindungi warga sipil Israel dari kemungkinan serangan tersebut.
Media Iran juga melaporkan adanya ledakan di Teheran, sementara Israel menyatakan operasi tersebut bertujuan menetralisasi ancaman terhadap negaranya.
Sebelumnya, Israel pernah melancarkan serangan besar terhadap fasilitas nuklir dan militer Iran pada 2025, yang memicu perang langsung antara kedua negara.
Kala itu, Iran membalas dengan ratusan rudal balistik dan lebih dari 1.000 drone yang menargetkan wilayah Israel, termasuk lokasi militer dan sipil.


















