Oleh: Letkol Inf Irfan Hade Fitrianto, Dansatgas TMMD Ke-127 Kodim 0116/Nagan Raya
Nagan Raya | Suara alat berat berpadu dengan cangkul dan langkah sepatu loreng yang menyusuri jalan tanah di sebuah desa yang berada di Desa Ujong Blang Hingga Pante Ara, Kecamatan Beutong, Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh.
Matahari pagi perlahan naik di ufuk timur, menyinari hamparan tanah yang kini mulai berubah menjadi jalan yang kokoh.
Wilayah ini memiliki sejarah panjang yang tidak mudah dilupakan. Pada masa darurat militer tahun 1999 hingga 2005, desa ini pernah menjadi salah satu basis Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

Namun harapan warga tumbuh seiring pembangunan terus bergerak. Di sinilah jejak TMMD ke-127 mulai terlihat nyata. Program yang digelar oleh Kodim 0116/Nagan Raya itu berlangsung di Desa Ujong Blang hingga Desa Pante Arah, Kecamatan Beutong, Kabupaten Nagan Raya, Aceh.
Bagi warga setempat, TMMD bukan sekadar program pembangunan. Ia adalah cerita tentang perubahan, tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun kembali kepercayaan dan kedekatan antara TNI dan masyarakat.
Selama bertahun-tahun hidup dalam keterbatasan akses pembangunan. Jalan yang seharusnya menjadi urat nadi perekonomian desa justru menjadi penghambat utama aktivitas masyarakat.
Jalan Desa Pelosok yang Menghubungkan Harapan
Pekerjaan utama dalam program TMMD kali ini adalah pembangunan dan pengerasan jalan sepanjang 3.100 meter. Jalan tersebut menjadi jalur penghubung antara Desa Ujong Blang dengan Desa Pante Ara.
Sebelum pembangunan dimulai, akses jalan antar desa hanya berupa jalan lumpur yang sulit dilalui. Saat musim hujan, jalan berubah menjadi lumpur yang membuat kendaraan sulit melintas akibat jalur tanah yang licin saat hujan, bahkan warga sering memilih berjalan kaki karena kondisi jalan berlumpur dan rawan.

Lebih dari sekadar akses antar, jalan tersebut merupakan akses masyarakat saat membawa hasil panen untuk dipasarkan keluar desa. Bahkan, jalur itu juga menjadi pintu menuju kawasan wisata Krueng Isep, destinasi wisata yang mulai dikenal karena sungai yang sejuk dan pegunungan alamnya yang indah.
“Saat musim hujan turun, kendaraan roda dua sangat sulit melintas. Apalagi kendaraan roda empat hampir mustahil bisa lewat,”ungkap Dansatgas TMMD Ke-127 Kodim 0116/Nagan Raya, Letkol Inf Irfan Hade Fitrianto.
Kini, jalan itu mulai mengeras. Truk pengangkut material dan mesin pemadat raksasa atau vibro yang terus bekerja, sementara warga berdiri di tepi jalan, menyaksikan perubahan yang selama ini mereka harapkan.
Tidak hanya pengerasan jalan, program TMMD juga melakukan pemadatan jalan sekitar 3.100 meter dengan lebar 6 meter agar kendaraan warga dapat melintas dengan lebih aman.
TMMD Wujudkan Impian Janda Lansia Miliki Rumah Layak Huni
Rumah adalah tempat dimana kita harus merasa aman dan nyaman. Akan tetapi hal itu tidak dirasakan oleh Tek Nong warga Desa Ujong Blang, Kecamatan Beutong, Kabupaten Nagan Raya, Aceh.
Betapa tidak, janda lansia yang tinggal sebatang kara setelah ditinggal suaminya dan tidak memiliki anak yang mendampinginya itu harus rela tinggal di rumah tidak layak huni (RTLH). Bahkan, rumah yang ditempatinya selama ini sudah sangat lapuk, dikhawatirkan tiba-tiba bisa rubuh dan menimpa tubuh renta Tek Nong.
Impian memiliki rumah yang layak memang sangat sudah lama, namun karena perekonomian di bawah garis tidak berkecukupunan, hasrat beliau hanya bisa dipendam saja. Lantas doa kepada Yang Maha Esa tak lupa dipanjatkan.
Ternyata, setelah sekian lama, doa-doa dan pujian dijabah Nya. Melalui Program TMMD ke-127 Kodim Nagan Raya, RTLH milik Tek Nong itu akhirnya dibangun.

Bagi Satgas TMMD, pembangunan rumah tersebut bukan sekadar pekerjaan fisik, melainkan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.
“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada bapak-bapak TNI, karena program ini sangat membantu memperbaiki kondisi tempat tinggal saya menjadi lebih layak,”ucap Tek Nong dengan mata berkaca kaca.
Dansatgas TMMD Ke-127 Kodim 0116/Nagan Raya, Letkol Inf Irfan Hade Fitrianto mengatakan, pembangunan RTLH merupakan bentuk perhatian TNI, terutama dalam mewujudkan kesejahteraan dan meningkatkan kemajuan di daerah pedesaan.
“Bentuk kemanunggalan TNI dan warga diharapkan dapat menyatukan persepsi dengan cara gotong royong,” ucapnya.
Infrastruktur Desa Menguatkan Kehidupan Warga
Selain pembangunan jalan, TMMD juga menghadirkan berbagai program pembangunan lain yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Sebanyak 5 unit bak penampung air dibangun untuk membantu warga mendapatkan akses air bersih. Bagi masyarakat desa yang selama ini bergantung pada sumber air terbatas, keberadaan bak penampung air bersih tersebut menjadi harapan baru bagi kebutuhan sehari-hari.

Di sisi lain, pembangunan fasilitas mandi cuci kakus (MCK) turut menjadi bagian dari kegiatan TMMD.Pembangunan sarana sanitasi tersebut dilakukan sebagai upaya meningkatkan kualitas kesehatan serta kesejahteraan masyarakat Desa Ujong Blang Kecamatan Beutong, Kabupaten Nagan Raya, Aceh.
Kolaborasi TNI dan Pemerintah Daerah
Kapok Sahli Kodam Iskandar Muda (IM), Brigjen TNI Bambang Sulistyo Hery T. S.Sos menegaskan bahwa TMMD merupakan bentuk sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan desa.
“TMMD menjadi sarana untuk mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Dansatgas TMMD Ke-127 Kodim 0116/Nagan Raya, Letkol Inf Irfan Hade Fitrianto. Ia menilai bahwa pembangunan akses jalan di Desa Ujong Blang dan Desa Pante Ara memiliki dampak strategis bagi kehidupan masyarakat.

Menurutnya, akses jalan yang lebih baik akan mempermudah aktivitas sekaligus membuka perekonomian warga, termasuk potensi pengembangan sektor wisata ke Krueng Isep.
“Pembangunan jalan ini diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat, meningkatkan kesejahteraan warga Ujong Blang dan Pante Ara,” katanya.
Bupati Nagan Raya, Dr. Teuku Raja Keumangan, S.H., M.H menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada jajaran TNI khususnya Kodim 0116/Nagan Raya atas telah melaksanakan Program TMMD guna membantu percepatan pembangunan di daerah pedesaan
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada jajaran TNI, khususnya Kodim 0116/Nagan Raya,”kata Bupati Teuku Raja Keumangan akrab disapa TRK.
Menurut Bupati Teuku Raja Keumangan, pembangunan bangsa harus dimulai dari desa dan hanya dapat terwujud apabila seluruh komponen bangsa bersatu langkah, bersinergi, dan bergotong royong.
“TMMD merupakan program yang strategis dalam menyatukan langkah TNI, Pemerintah daerah dan masyarakat untuk mempercepat pembangunan, meningkatkan infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat,”ucapnya.
Sentuhan Edukasi
Program TMMD di Desa Ujong Blang dan Desa Pante Ara tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik. Berbagai kegiatan nonfisik juga dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.
Salah satunya memberikan sentuhan penyuluhan hukum untuk pemberian pemahaman tentang bahaya Narkoba dan Judi online yang mengancam masa depan generasi muda. Tak hanya itu, juga dilakukan penyuluhan wawasan kebangsaan, pertanian dan penghijauan lingkungan.
Kepala Desa Ujong Blang, Ismail mengatakan bahwa program TMMD membawa perubahan yang nyata bagi kehidupan masyarakat desa.

Menurutnya, kehadiran TNI tidak hanya membantu pembangunan infrastruktur, tetapi juga memberikan semangat baru bagi warga.
“Warga merasa sangat terbantu. Jalan dan jembatan mulai bagus, air bersih, MCK mulai tersedia, dan masyarakat juga mendapatkan berbagai penyuluhan yang bermanfaat,” ujarnya.


















